JUdul Blog

---G O D Always Listening Always Understanding---
Showing posts with label InsPirasi Hari InI. Show all posts
Showing posts with label InsPirasi Hari InI. Show all posts

Tuesday, October 18, 2011

Repost: Ter Tanpa Me By Jamil Azzaini


INSPIRASI

Ter Tanpa Me

Saya mendapat nasihat dari sahabat, “Jamil, jangan pernah kamu berkeinginan menjadi yang terbaik di dunia training, nanti kamu sombong.” Menurut Anda bagaimana nasihat itu, tepat atau tidak? Bagi saya nasihat itu kurang tepat.
Manusia adalah makhluk yang terbaik. Maka, seharusnya kita juga berlomba untuk menjadi yang terbaik atau setidaknya termasuk kelompok yang terbaik. Setiap kita memutuskan untuk melakukan sesuatu, saat itulah kita harus masuk kelompok yang terbaik. Jangan melakukan sesuatu asal-asalan, hanya karena kewajiban, atau yang penting ada kegiatan.
Saat kita memutuskan menikah maka berusahalah untuk menjadi kelompok suami yang terbaik. Saat dikaruniai buah hati maka berkomitmenlah untuk menjadi kelompok orang tua yang terbaik. Saya memutuskan membuat blog atau web maka berupayalah menyajikan yang terbaik, jangan asal buat setelah itu diabaikan.
Saat Anda memutuskan menjadi karyawan, jadilah kelompok karyawan terbaik. Jangan asal-asalan, apalagi berprinsip “yang penting gajian”. Berikan prestasi-prestasi terhebat untuk perusahaan. Jadilah orang yang dibutuhkan perusahaan bukan menjadi beban bagi perusahaan. Percayalah, Anda akan memperoleh banyak manfaat dengan menjadi karyawan terbaik.
Terus bagaimana menghindari sombong? Maka kita harus menambahkan kata “Tanpa Me”: Tanpa Mengharap pujian manusia. Kita menjadi yang terbaik bukan karena mengharapkan puja-puji dan tepuk tangan sesama manusia. Kita melakukannya karena rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan begitu banyak karunia.
“Tanpa Me” juga bermakna Tanpa Merendahkan orang lain. Untuk mengangkat derajat hidup kita caranya bukan dengan merendahkan atau menjatuhkan orang lain tapi justru dengan mengangkat orang lain. Pantang dalam hidup kita menjatuhkan rekan kita, apalagi rekan satu profesi.
Tanpa Merendahkan orang lain disini juga bermakna: Tanpa Menyakiti, Tanpa Menghina, Tanpa Menginjak, Tanpa Melukai, Tanpa Meremehkan orang lain.
Jadi menurut saya, berjuanglah Anda untuk selalu menjadi kelompok yang “Ter”. Tapi ingat, “Tanpa Me”. Setuju?
Salam SuksesMulia!
Don't forget!!! Visit Jamil Azzaini

Thursday, August 11, 2011

Belajarlah dari Siapapun!!!

Setelah saya melihat acara Apa dan Siapa di TVone yang menghadirkan bintang tamu yang bernama Jamil Azzaini yang menyebut dirinya seorang inspirator SuksesMulia, saya tertarik untuk searching "Jamil Azzaini" di oM Google. dan ternyata banyak cerita-cerita menarik dibalik kesuksesan ataupun kehidupannya selama ini.

Salah satunya kisah tentang seorang supir taxi yang ia tulis diblognya. kisah itu membuat air mataku bercucuran. Dari cerita itu saya tahu bahwa belajar, tidak hanya didapat melalui teori2 karya orang-orang terkenal, pintar atau cerdas saja. kita dapat belajar dari siapapun!!! itulah pelajaran yang saya ambil dari kisah
yang saya repost dari blog Jamil Azzaini @JamilAzzaini.com

Driver itu Trainer-ku

Senin kemarin saya sengaja “mengistirahatkan” driver yang selama ini setia menemani saya. Setelah jadwal training yang begitu padat saya khawatir ia jatuh sakit. Untuk memulihkan stamina, ia saya bebaskan mengantar saya. Hari itu, saya menggunakan jasa taxi, Blue Bird.

Begitu saya naik taxi sang driver menyapa dengan kata-kata yang lembut dan bahasa tubuh yang mengesankan. Semakin saya ajak ngobrol, saya semakin “jatuh cinta” dengan driver itu. Dalam hati saya bergumam, “Pasti ada sesuatu di dalam diri driver ini sehingga pribadinya begitu mempesona.  Saya ingin banyak belajar dengan driver ini.”

Agar punya kesempatan yang lebih luas untuk ngobrol, driver ini saya ajak makan siang di salah satu restoran kesukaan saya di Bogor. Awalnya dia menolak, tetapi setelah saya “paksa” akhirnya ia bersedia menemani saya. Ketika saya tanya mau pesan apa, dia menjawab, “Terserah bapak.” Driver itu saya pesankan menu sama persis dengan pesanan saya: Sate kambing tanpa lemak dan sop kambing, masing-masing satu mangkok.

Sebelum makan saya bertanya, “Tinggal dimana?” Dia menjawab, “Balaraja Tangerang.” “Berapa jam perjalanan ke pool?” sambung saya. Diapun menjawab, “Empat jam.” Saya terkejut, “Hah! Empat jam? Pergi pulang delapan jam. Kenapa gak nginep saja di pool?” Dia segera menjawab, “Saya harus menjaga ibu saya.”

“Menjaga ibu?” batinku. Bagaimana mungkin menjaga ibu, sampai rumah jam 23.30 berangkat kerja jam 03.30 dini hari? Untuk mengurangi rasa penasaran, kemudian saya bertanya lagi, “Bukannya sampai rumah ibu sudah tidur, berangkat ibu belum bangun?”

Dengan agak terbata dia menjawab, “Setiap saya berangkat ibu sudah bangun. Saya hanya ingin mencium tangan ibu setiap pagi sebelum berangkat kerja, sambil berdoa semoga saya bisa membahagiakan ibu.”  Jawaban itu menusuk sanubariku, hanya sekedar mencium tangan ibu dan mendoakannya ia rela menempuh perjalanan delapan jam setiap hari. Sayapun ke belakang sejenak menghapus air mata yang mengalir di pipi.

Kemudian saya bertanya lagi, “Apa yang kamu lakukan untuk membahagiakan ibu?” Dengan lembut ia menjawab, “Saya sudah daftarkan umroh di kantor.”

“Maksudnya?” seru saya. Ia menjawab, “Kalau saya berprestasi dan tidak pernah mangkir kerja, saya berpeluang mendapat hadiah umroh dari kantor.  Bila saya menang, hadiah umroh itu akan saya berikan kepada ibu tercinta.”

Mendengar jawaban itu saya menarik napas panjang. Dengan nada agak bergetar ia melanjutkan, “Setiap hari saya pulang agar bisa mencium tangan ibu dan mendoakannya agar ia bisa pergi umroh. Saya benar-benar ingin membahagiakan ibu saya.” Mendengar jawaban itu, haru dan malu bercampur menjadi satu. Air matapun mengalir deras di pipiku. Malu karena pengorbananku untuk ibuku kalah jauh dengan driver taxi ini.

Bila selama ini saya yang membuat peserta training berkaca-kaca. Hari ini Asep Setiawan, driver taxi itu, yang membuatku menangis tersedu. Dia telah menjadi trainer dalam kehidupanku. Ya, Asep Setiawan telah menjadi trainerku… bukan melalui kata-katanya tetapi melalui tindakannya.


Salam SuksesMulia!
Itulah kata yang selalu ia tulis di akhir setiap tulisan di blog pribadinya di www.jamilazzaini.com


NB: Buat kamu yang membutuhkan semangat untuk menjalani hidup yang SuLit (...banyak orang berkata seperti itu, termasuk blogger sendiri...hehe ^_^), tulisan-tulisan Jamil Azzaini patut dijadikan salah satu inpirasi dan motivasi untuk mencapai hidup yang lebih baik. Kamu bisa kunjungi blognya di www.jamilazzaini.com




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...